Tapasudana

Balinese actor, giving workshop theatre Tribuana, live in Montreuil now, in France since 1974; Contact Skype: tapasudana

My Photo
Name:

Actor from Bali, Indonesia live in France since 1974, born in Bali 1945, contact: tapasudana45@gmail.com ; Créateur Serviteur émetteur de http://theatretribuana.blogspot.com/2008/05/eveiller-et-cultiver-lexpression-des.html

Sunday, November 06, 2016

Belajar, terpelajar, kurang ajar, dipelajari, membelajari berjajar.... diri sendiri dan fajar lingkungan

hormat pada kata AJAR,  dan semua kata kata yang menyertai tulisan ini,
kata sebagai utusan, ambasador-ambasadris,
hamba menghamba.

Yang tidak tahu bagaimana sikap laku "senantiasa belajar", akan bisa terjerumus dalam jurang ke kurang ajaran, fajar ditimur terbit Mata Hari, di Barat terbenam, di Barat mekar Mata Malam bagi mereka yang memejam mata harinya, mata malam suluh meditasi dhyana yoga, menerbit mentari pagi, mata hari....lingkaran antara sadar dan tidur, hidup dan mati silih berganti di benang waktu, menyulam kehidupan .... dan mereda kematian....
maka yang terpelajar akan tidak henti hentinya belajar, membelajari dirinya,
seperti lagu Bali ini yang bisa dijadikan pertemanan dalam mengembara didunia hidup pelajaran.
Bila tak muncul video ini, silahkan klik disini, 2 video :1. lagu penuntun sesolahan Bali pupuh Ginada), 2: Eda ngaden awak bisa.

gending bali pengantar tidur bayi, 
eda ngaden awak bisa (don't gaze/think that you are clever/know in an attitude of bolding to much / proud )
depang anake ngadanin (let others name you/jugging you), 
geginané buka nyampat (the metaphore is like sweeping a dirty dusty earthy floor, your work/your karma will tell who/how you are)
anak sai tumbuh lulu (there always be garbage/rubbish/dead-leaves/wasted objects "grows")
ilang lulu ebuk katah (rubbish disappear, dust remain still a lot)
wyadin ririh, liu 'né plajahin (even clever, there are a lot still to learn) .....

that all i remember from grandma and grandpa about this traditional song of Balinese lullaby 
sleep,
to pose a posture now-here,
will become future habit of life, if it is done daily,
that build a character,
that will carry destiny ..

let 's ponder who/what creates a "name",
it depend on many parameter: origin, ancestor heritage, education (it gives you titles), work/karma, ambition (it makes self-naming), ........

Chanson berceuse Balinais: "ne te pré occupe pas de te nomme toi même, de explique qui tu est quel est ton titre, expert en ..quoi, laissant ton travail te nommer qui tu est, comme métaphore: balayer la terre battue plain de saleté, une fois bien balayer il y a la trace de ton balaie comme miroir, et saleté disparu mais il reste encore la poussière, même que tu porte beaucoup savoir, il y a toujours encore "chose" à apprendre.

Bila ada dua orang, bicara bersama, saling tukar pendapat buah renungan pikiran nan jernih, dan cerdik, maka akan ada beberapa kemungkinan:

  1. berbentuk diskusi, menyangkal meng-iya, saling mencari siapa yang benar.
  2. berbentuk kompetisi, siapa yang menang, bila ada yang menang ada yang kalah, menang dan mengalah, menyalah membenar, suatu sikap yang alami didiri, tetapi perlu diterjemahkan (mangda ten ketemah, agar tidak terkutuk), perlu mengarahkan tujuan ucapan....kemana? keorangnya atau ke ilmu yang sedang dibenahi disidang bersama?
  3. berbentuk saling ajar mengajar (untuk mencegah kekurang ajaran), maka perlu berpedoman lagu diatas dengan merenung lirik/kata kata mengkalimat, bisa jadi djimat. Yang duduk dibawah, tidak akan jatuh, (tapi bisa jatuh lebih kebawah, hingga lubang kubur, bila menggali lubangnya sendiri). Selebihnya daripada mencari perbedaan, menjuruslah untuk menemukan bersama perSAMAan, yang berguna untuk sesama dan melestari lingkungan.
  4. Berbentuk medan pengolahan antara dua kutub, medan elektro-magnetis,  2 unsur yang mengolah bersama dengan saling bergesekan hingga muncul kembang api, me-lentera- menerang ke NYATAan. Yang telah nyata, akan menjelma menjadi TANYA, NYATA TANYATANYATANYA adalah kreasi bersama, di rayakan, di celebracy .... Perayaan bersama dengan sikap menghatur, memunculkan bhakti guru sejatinya, menggurui diri sendiri dan lingkungan, mekarlah catur guru bagai menyan wangi mengharum cipta, ilmu veda veda marga kemoksha an, menyatukan Atman Jiwatman, ParamaAtman, Brhaman, maha pencipta semesta. Bagi pembaca yang tidak berkamus kata kata tertulis, mohon dimengerti, inti yang dimaksud oleh kata, karena kata hanya sarana buatan manusia, bahasa, mathematik yang menjelas-terangkan ke NYATAan, yang akan merantai melingkar mensiklus menjadi gita melagukan :"nyatanyatanytanyatanya ......" tak berhingga. Di video ini, ketika saya menulis dipagi nan cerah dimusim gugur, dirumah , Montreuil, matahari bersinar, dan terpancar dari kelir iMac video reportasinya almarhum Made Wijaya (Michael White, Australia-Balinese): video Palebon Ida Pedanda Gede Made Gunung, sebagai tanda, simbol, semaphora bahwa kedudukan ilmu ke Dharmaan ada dibagian yang paling tinggi, paling dimeriahkan, paling diluhurkan, Brahmana di Kepala, Ksatriya di dada dan jantung, Waysia di perut, Sudra di tangan-kaki, itulah 4 faktor penari didiri seorang Bali yang mesolah (to be ...or not to be). Mohon dibedakan antara tari dan olah, acting.
  5. berbentuk medan kuruksetra, (bagi yang mengolah seni peperangan), dengan sorotan memusat ke lahirnya Bhagavad Gita, perkawinan cipta, tanya nyata tanya jawab antara Arjuna dan Krishna, sebelum peperangan dimulai. Ini satu bentuk meditasi dialektik, menerang tentang diri, tentang alam semesta, tentang saknhya (ilmu ilmu kecerdikan), tentang bhakti, tentang yoga, tentang alam semesta, tentang kasta, tentang triguna, tentang dewa dan raksasa, tentang alam maha bhuwana, bagaimana "ingatan" menjelma berantai-rantai, bersiklu-siklus, hingga terjadinya peleburan yang 2, menyatu, untuk meng 0, dari 0 (nol maha besar dan maha kecil mengada dimana-mana)....men TAT TWAM ASI.
Antara belajar dan menyalahkan, ini sebuah renungan kata mutiara yang saya videokan, berawal dari kalimat kiriman adik saya Ir. I Ketut Gede Sudarmadi, klik disini, atau lihat langsung video ini.

artikel akan bersambung. mengembang ....
Montreuil, minggu nan cerah bermatahari dimusim gugur
daun gugur mati meninggalkan aneka warna raihannya, panen kehidupan, ilmu menerang berwarna-warni.